Jalan-jalan ke Boston

Postingan 19 November 2016

Kemarin setelah 14 jam nyetir dari Norfolk, meskipun sempat 3 jam tidur di Rest Area, tetap aja sampai hotel, tepar. Padahal kami sudah sempat gantian nyetir, iya sih banyakan tetap suami. Tapi, kan, aku udah bisa bantuin nyetir sejam dua jam. Hehe. Cuma sempat cari makan di Halal Crown Fried Chicken, jalan-jalan sebentar di sekitar US Constitution, ceck in hotel, tidur!

Aku cuma istirahat satu jam, 6 jam berikutnya menyelesaikan kerjaan nulis dan ngedit naskah. Judulnya sih jalan-jalan, tapi masih ada utang 1 naskah, enggak ada ceritanya minta dispensasi, terpaksa lembur hingga dini hari. Si Ayah dah tepar sejak sore, anak-anak nonton TV bentar, Si Sofie batuk-batuk terus kena radang tenggorokan, alhamdulillah jam 10 sudah pada tidur, dan aku masih lembur. Oh my…

Alhamdulillah internet hotel lancar jaya. O ya masih ada masalah charger laptop ketinggalan di rumah, untung ada Chrome ayah. Dan syukurnya, menjelang jam 12 tengah malam tulisan beres, lalu browsing destinasi untuk jalan-jalan esok hari dan..tidur lelap sampai pagi.

Pagi ini agak buru-buru ke tempat konferensi ayah di Marriott Copley Square. Seneng deh pergi pagi-pagi, cuaca masih segar, jalanan enggak macet, tapi luar biasa dingin. Anak-anak dah pake jaket winter. Suasana musim gugur di Boston lebih terasa. Daun-daun berwarna kuning, oranye dan merah. Taman-taman kota tertutup daun maple kering, kecokelatan. Meskipun suhu sekitar 48 F (sekitar 9 C) orang-orang msh pada semangat joging. Ada kali 20 an orang yang kulihat sedang lari pagi di sekitar taman.

Sampai Copley Square cari parkiran, terus jalan menuju Marriott. Mampir sebentar ke cvs beli obat batuk buat Sofie. Alhamdulillah habis minum obat, agak baikan dia. Sekitar Copley square ini asyik banget tempatnya. Banyak destinasi menarik yang jadi jujugan para pelancong. Tadi kami melewati Copley square, Trinity Church, Old South Church dan Boston Public Library yang bangunannya masih klasik dengan arsitektur memesona. Mampir sebentar jeprat jepret sambil ngejar waktu biar nggak ketinggalan konferensi.

Sampai Marriott, istirahat sebentar, mas Sigit lanjut ikut konferensi, aku dan anak-anak jalan-jalan sendiri. Kami ke Mapparium. Mapparium ini semacam globe raksasa lalu kita masuk ke dalamnya. Ada jembatan kecil dengan kapasitas 20 an orang. Kita masuk lalu mendengar penjelasan tentang peta raksasa ini. Menarik sekali. Mapparium ini dibangun sejak 1935 jadi peta dunia yang dipakai juga peta lama. Indonesia belum ada, nama yang ada di peta itu, Nederland, Batavia, Celebes, Somatra. Korea belum ada. Alaska belum masuk wilayah Amerika. Tur berlangsung selama 20 menit. Sayang sekali ada larangan untuk motret dan merekam dalam bentuk video. Tapi menurutku sih cukup menarik, Sofie dan Lili masih pingin di dalam saat tur sudah selesai. Dari mapparium kami mampir ke air mancur yang banyak burung merpatinya. Sofie yang udah ngeluh karena jalan jauh langsung lupa dengan keluhannya karena asyik ngejar dan ngasih makan burung merpati. Kepikiran mau mampir Boston Public Library tapi capek banget, akhirnya balik ke Marriott.

Sisa hari ini kami habiskan di Marriott, nonton film tentang Mesir dan Syiria. Terus datang ke Middle East book fair, cari info scholarship tentang middle east dan program bahasa Arab yang ternyata banyak banget. Keluar Marriott jam 6 jalan2 lagi di sekitar Copley, beli double chocolate cookies yang enak banget tapi mihil  kelaparan dan kehujanan, perpaduan kondisi yang membuat kangen indomie. Akhirnya browsing asian grocery, ternyata lokasinya deket banget dengan Copley square. Jadilah kami mampir ke C-Mart buat beli Indomie dan telur. Sampai hotel, masak indomie dan membuat tulisan ini ini. Jauh-jauh ke Boston, ujung-ujungnya makan indomie juga…xixixi

 

Islamic Society of Boston Cultural Centre (ISBCC)

Posted on November 23, 2016

On Saturday night, we visited the ISBCC. It was a vast and beautiful masjid. When we arrived, a brother said salam and gave us the necessary information about the prayer room for sisters, restroom, etc. I don’t know how he recognizes the newcomer, maybe because our face was not familiar in this masjid.

Not like usual masjid which divides the room between women and man, women can pray together with the man in the same place without any border here. However, they dedicate the third floors for women only. I guess if they have the event with many people or if there is a sister who feels not comfortable enough to do prayer in the same room with the man, they can use that room. At that night, all sisters and I did Isha prayer behind the brothers in the main room.

Before prayer, I talked with some sisters. They just finished the Quran/tajweed class with Syeikh. Sofie and Lily made friends quickly with other children. My husband also has a good conversation with several brothers. They were friendly with new people and welcoming us with hospitality.

After prayer, we tried some food and beverages in the cafeteria. That’s what I ever imagine about masjid in America. The place that we can spend our time with friends with joyful and also enjoy the halal food every day!

Moreover, they also have an Islamic store that opens every time. We can find any hijabs, Islamic books, prayer mats, many Islamic accessories, perfumes, and small groceries like sugar, honey, candy, snacks, etc. Nice store with a kind shopkeeper!

Almost forget, they also have an Islamic School in this building! For pre-K until 7th grades. And Islamic youth community too.

We enjoyed our time in this masjid. And I think this masjid can be an excellent prototype masjid everywhere. Hope in the future ODU masjid can serve people as good as theirs!